EfekRumah Kaca – Di Udara Chord – Malay Gitar Kord Tab Chords Easy Chord Lyrics. Add Submit Chord Bagikan Semua Lagu Indie Pop. CHORD EFEK RUMAH KACA DI UDARA intro Am F 2x Am F Aku sering diancam Am F juga teror mencekam Am F Kerap ku disingkirkan Am F sampai di mana kapan. Video intro Am F 2x Am F Aku sering diancam Am F juga teror
KaaosLIRIKaku Efek Rumah Kaca (Lirik Lagu dan Quotes) - Putih di Tokopedia ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Cicilan 0% ∙ Kurir Instan. Beli Kaaos LIRIKaku Efek Rumah Kaca (Lirik Lagu dan Quotes) - Putih di LIRIKaku. Promo khusus pengguna baru di aplikasi Tokopedia! Download Tokopedia App. Tentang Tokopedia Mitra Tokopedia Mulai Berjualan
DapatkanLirik Lagu Indonesia & Lirik Lagu Barat di KapanLagi.com. HOME; TRENDING; LIRIK Lagu Kesepian Efek Rumah Kaca. Lagu Kita After. Lagu Kita Orang Indonesia Eddy. Lagu Kita [feat Nissan Fortz] Lagu Putih Guruh Sukarno Putra. Lagu Radya Katon Bagaskara. Lagu Rahasia The Rain.
Singlelainnya dari Efek Rumah Kaca di antaranya Merdeka, Kuning, Hijau, Jingga, dan Biru. Lirik Lagu Putih saat kematian datang aku berbaring dalam mobil ambulan dengar, pembicaraan tentang pemakaman dan takdirku menjelang sirene berlarian bersahut-sahutan tegang, membuka jalan menuju tuhan akhirnya aku usai juga saat berkunjung ke rumah
LirikEfek Rumah Kaca oleh Efek Rumah Kaca. Dapatkan lirik lagu lain oleh Efek Rumah Kaca di KapanLagi.com. HOME; TRENDING; LIRIK LAGU INDONESIA LAGU INTERNASIONAL Ini 8 Potret Mario Suryo Aji Pembalap Jawa Timur Bawa Bendera Merah Putih Sambil Berkendara di Sirukit Mandalika; KAPANLAGI NETWORK. KAPANLAGI; MERDEKA; LIPUTAN6; FIMELA;
arus listrik yang mengalir pada hambatan 9 ohm.
Ada tiga hal yang tidak pernah diketahui jawabannya yaitu rezeki, jodoh, dan kematian. Rezeki dan jodoh mungkin bisa dijemput, tapi kematian? Siapa yang mau menjemputnya? Suatu hari saya tidak sengaja mendengar sebuah lagu yg diputar di televisi saat saya sedang menonton berita kematian seorang aktor, suami seorang penyanyi kondang di tanah air. Beberapa lirik lagu tersebut menempel dalam ingatan saya, akhirnya saya mencari judul lagu tersebut berjudul Putih milik Efek Rumah Kaca, yang dimuat dalam salah satu albumnya Sinestesia. Grup musik indie yang berasal dari Jakarta ini terdiri dari Cholil Mahmud vokal utama, gitar, Poppie Airil vokal latar, bass, dan Akbar Bagus Sudibyo drum, vokal latar.Dalam lagu tersebut bermakna “Ada” dan “Tiada”, ungkapan “Tiada” ini berasal dari kepergian seorang rekan band tersebut yaitu Amir Zainun sedangkan makna “Ada” berasal dari perasaan bahagia atas kelahiran Angan Senja putra dari vokalis utama Cholil Mahmud dan Rintik Rindu putri dari Adrian Yunan Faisal ex-personel Efek Rumah Kaca.Setelah saya dengarkan dengan fokus beberapa liriknya seakan membawa saya ke dalam keadaan yang mungkin suatu saat akan saya alami entah kapan. Kebetulan saat itu saya sedang mendengarkan lagu Putih milik Efek Rumah Kaca tersebut dalam keadaan berbaring di kamar yang gelap, semakin tervisualisasikanlah lirik dalam lagu itu. Berikut beberapa potongan lirik lagu tersebut dibagi atas dua makna yaitu “Ada” dan “Tiada”. Saran saya lebih baik memejamkan mata sambil mendengarkannya. Lagu ini menjadi pengingat kalau kematian pasti akan “ Tiada”“Saat kematian datangAku berbaring dalam mobil ambulansDengar, pembicaraan tentang pemakamanDan takdirku menjelangSirene berlarian bersahut-sahutanTegang, membuka jalan menuju TuhanAkhirnya aku usai juga” Membayangkan melihat diri terbaring kaku, roh dan tubuh berpisah di dalam ambulans dengan sirine yang menggema di sepanjang jalan. Kondisi tubuh yang dingin serta keinginan ingin berbicara namun tak bisa menggerakkan apa pun. Kemudian melihat sekeliling lalu terdengar obrolan orang-orang tentang rencana pemakaman diri sendiri. Kematian datang menjadi akhir dari kehidupan di dunia menuju Tuhan dalam dunia yang kekal abadi.“Saat berkunjung ke rumahMenengok ke kamar ke ruang tengahHangat, menghirup bau masakan kesukaanDan tahlilan dimulaiDoa bertaburan terkadang tangis terdengarAku pun ikut tersedu sedanAkhirnya aku usai jugaOh, kini aku lengkap sudah”Raga dan roh sudah berpisah kemudian berkeliling rumah melewati tempat-tempat yang biasa dilalui, kemudian mencium aroma masakan kesukaan yang disajikan untuk para tamu, harum sekali. Sayup-sayup terdengar suara tangisan menyebut nama saya. Lalu kemudian dilaksanakanlah tahlilan, mulut mereka mengucapkan doa-doa yang biasa saya dengar di pemakaman. Ribuan doa-doa berhamburan berisikan doa agar dimasukkan ke surga, amal ibadahnya agar diterima Tuhan, dan segala perbuatan baiknya membuat diri ikut larut dalam kesedihan. Kematian, adalah akhir dari kehidupan di dunia, selesai sudah kehidupan di dunia.“Dan kematian, keniscayaanDi persimpangan, atau kerongkonganTiba-tiba datang, atau dinantikanDan kematian, kesempurnaanDan kematian hanya perpindahanDan kematian, awal kekekalanKarena kematian untuk kehidupan tanpa kematian”Kematian bisa bermacam-macam bentuknya, baik itu karena sakit, kecelakaan atau apa pun itu. Proses sakaratul maut detik-detik berpisahnya roh dan badan yang dimulai dari ujung kaki hingga ke kerongkongan. Kehadirannya tidak bisa ditebak, tiba-tiba datang. Kematian kesempurnaan kehidupan sesudahnya, kehidupan kekal di alam setelahnya, menjadi awal dari kehidupan yang di bagian “Ada” bermula dari kebahagiaan akan kelahiran anak-anak dari anggota ERK yaitu Angan Senja dan Rintik Rindu yang akan menjadi penerus dan harapan di masa depan. Nada-nada yang sendu lama-lama mulai mengalun bersemangat seperti ada harapan baru yang “Ada”“Lalu pecah tangis bayi seperti kata WijiDisebar biji bijiDisemai menjadi apiSelamat datang di samudraOmbak-ombak menerpaRekah-rekah dan berkahlah”Suara tangis bayi yang menandakan kelahiran. Yang kemudian akan menjalani kehidupan yang diibaratkan seperti mengarungi samudra, ombak-ombak menerpa bak masalah dan persoalan yang pasti akan menghampiri dalam kehidupan. Rekah dan berkahlah teruslah berkembang dan jadilah berkah.“Dalam dirinya, terhimpun alam raya semestaDalam jiwanya, berkumpul hangat surga nerakaHingga kan datang pertanyaanSegala apa yang dirasakan”Seorang anak adalah segalanya bagaikan seluruh isi alam semesta bagi orang tuanya. Orang tua mengajarkan segalanya tentang kebaikan dan menjelaskan keburukan yang harus dihindari sehingga kelak dia akan tumbuh menjadi seseorang yang baik atau jahat. Sampai saatnya ketika si anak beranjak dewasa akan timbul pertanyaan-pertanyaan tentang pilihan hidupnya sendiri.“Tentang kebahagiaanAir mata bercucuranHingga kan datang ketakutanMenjaga keterusterangan”Hingga suatu saat akan merasakan keadaan di mana merasa sangat bahagia sampai menangis haru, tapi akan ada saatnya juga akan merasakan ketakutan untuk bertahan menjaga kejujuran yang sebenarnya. Keadaan yang berbeda-beda akan kamu rasakan di kehidupan.“Dalam lapar dan kenyangDalam gelap dan benderangTentang akal dan hatiRahasianya yang penuh teka tekiTentang nalar dan imanSegala pertanyaan tak kunjung terpecahkanDan tentang kebenaranJuga kejujuranTak kan mati kekeringanEsok kan bermekaran”Suatu saat akan ada waktunya saat roda berputar 180 derajat, kehidupanmu tidak lagi sama seperti semula, keadaanmu berubah tidak diketahui kapan pastinya. Kehidupan akan penuh dengan teka-teki dan tidak semua hal ada jawabnya, tidak semua nalar bisa dihubungkan dengan agama. Yang penting selalu menjaga hal-hal baik seperti kejujuran dan kebenaran karena akan menjadi bekalmu nanti setelah kematian datang, hal-hal tersebut pasti akan berbuah manis baik di kehidupanmu saat ini ataupun kehidupanmu di alam dan kematian sesuatu yang tidak akan terpisah. Kehidupan adalah waktu untuk mempersiapkan diri menuju kehidupan setelah kematian. Kematian menjadi awal dari perjalanan kehidupan yang kekal abadi. Begitu hal yang saya rasakan saat mendengar lagu Efek Rumah Kaca ini, boleh setuju boleh tidak, kembali lagi pada presepsi masing-masing. Selamat mendengarkan!BACA JUGA Membayangkan Kematian dan Dilupakan atau tulisan Fanisa Putri Mojok merupakan platform User Generated Content UGC untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini diperbarui pada 17 Maret 2020 oleh Audian Laili
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tuan malam ini terkurung dalam kotak, dia tak sendiri, puluhan orang bersamanya dalam ruangan berbentuk kotak itu, tapi semua orang-orang itu masing-masing bersama rasa sepinya, hanya rasa sesak dan panas yang akan menyadarkan mereka bahwa mereka tidak merenungi diri, berkhayal tentang apa yang telah dan sedang terjadi di luar sana. Tentang rumah, kawanannya, cintanya, dan jalan-jalan yang sudah berulang kali selalu dia lewati dulu, semua hal terpampang jelas depan matanya, dalam khayalnya."Breathe, keep breathing" Seorang dalam ruangan terdengar bergumam melantunkan "Exit Music" dari Radiohead. Tuan lalu menoleh pada seorang yang menggumamkan lirik tersebut, tuan akhirnya tersadar kembali bahwa dia tidak sendiri. Rasa panas dan sesak tiba-tiba dia rasakan. Khayalannya tadi berhasil membawanya jauh dari tempatnya sedang membaringkan badannya yang dihimpit kiri dan kanan oleh penghuni lain ruangan tersebut. Tuan menarik dan menghembuskan nafasnya yang berat. Entah pukul berapa dia akan tertidur, dia masih memiliki sebatang rokok, tapi menurutnya saat itu, lebih baik memegang rokoknya tanpa dibakar, sesekali dia hisap begitu saja. Sungguh dia telah lihai berkhayal untuk sekedar membodohi perasaannya tidak sendiri, semakin sesak dan panas dalam kotak yang berpintu jeruji terbangun dini hari, mendapati dirinya tergeletak dikasur empuk, tangannya menjulur kedepan seperti memeluk yang tak ada. Dia sudah mulai merasa biasa saja mendapati dirinya terbangun di pagi yang masih gelap, lagu "Putih" dari Efek Rumah Kaca sedang terputar sedari tadi, dia memutarnya menggunakan turntable sebelum merebahkan badannya, hingga akhirnya dia tertidur tanpa lalu bangun dan berjalan menuju kursi yang di depannya ada meja dengan segelas air putih, asbak juga rokok. Dia mengambil rokok dan membakarnya."uuuuuhuk huk" dia tersendak dihisapan pertamanya, air putihnya segera dia minum lalu kembali menghisap rokok yang sudah dia bakar, puan sudah tampak ahli menirukan kebiasaan pria yang paling dia kosong menghadap kejendela kamarnya yang masih terbuka, di jendela itu juga ada meja di mana dia meletakkan turntable-nya. Tatapannya kosong, mungkin dia melihat tiap kejadian lirik lagu dalam tatapan kosong itu, atau mungkin malam itu memang hanya benar-benar kosong saja. Tapi kota yang tuan dan puan tinggali bukanlah kota yang punya kesempatan untuk tertidur lelap. Kota masih sibuk bekerja, uang terus berputar seirama dengan putaran botol-botol dan musik di lantai dansa para hedonis keterununan keluarga si adalah di mana saat semua lampu menyala, di salah satu lampu yang masih menyala, di bawahnya ada seorang tuhan imitasi kualitas rendahan bertelanjang dada sedang mencoba merakit cerita, lalu akhirnya mengakhiri Kasih, sampai jumpa. Lihat Cerpen Selengkapnya
Tipis ozon berlubang Debu kosmik hujan asam Matahari tiada tirai Bakal bunga tak mekarDaun-daun berlubang Tak berputar energi Wajah bumi menangis Sedang kita tak mengertiKita akan terbakar Kita akan wariskan Untuk anak dan cucu kita
[Verse 1]Tipis ozon berlubangDebu kosmik hujan asamMatahari tiada tiraiBakal bunga tak mekar[Verse 2]Daun-daun berlubangTak berputar energiWajah bumi menangisSedang kita tak mengerti[Chorus]Kita akan terbakarKita akan wariskanUntuk anak dan cucu kita[Bridge]Wajah bumi menangisSedang kita tak mengerti[Chorus]Kita akan terbakarKita akan wariskanUntuk anak dan cucu kita
lirik lagu putih efek rumah kaca